![]() |
Taman Rekso Wilis di Desa Sareng, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun |
MADIUNPUNYAKITA.COM/SARENG - Gemericik suara air mancur seolah menyapa lembut para pengunjung di Taman Rekso Wilis, Desa Sareng, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
Riakan air di kolam tepat di tengah - tengah taman itu, seakan memanggil setiap pengunjung untuk berpose dengan latar air mancur. Berbagai jenis tanaman bunga juga menghiasi di setiap sudut taman.
" Taman Rekso Wilis ini memilki konsep taman wisata, jadi sangat cocok untuk bersantai bersama keluarga. Selain itu, juga sebagai penyangga desa wisata di sekitarnya. Utamanya, wisata daerah Madiun selatan, " jelas Sekretaris Desa Sareng, Yunus P.W .
Selain menyediakan beberapa spot foto yang instagramable. Di sisi kanan dan kiri taman terdapat gazebo sebagai tempat istirahat dan bersantai. Sedangkan di sebelah utara taman terdapat lapangan. Kemudian, di sebelah timur taman terdapat Pendopo " Rekso Wilis" sebagai simbol Pendopo Desa Sareng.
Menurut Yunus, Taman Rekso Wilis diresmikan oleh Kepala Desa Sareng, Budiono pada 31 Desember 2020. Dibangun di atas Tanah Kas Desa (TKD) dengan volume 120 m x 63 m. Proses pembangunannya pun dikerjakan secara swakelola dengan anggaran dari Bantuan Keuangan Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 650 juta.
Meski terbilang baru, Taman Rekso Wilis yang merupakan salah satu unit Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) " Mekar Sari " ini menjadi jujukan wisatawan lokal. Selain itu, juga menjadi pilihan lokasi untuk berolahraga dan refreshing.
" Pengunjung akan rame pada sore hari, baik di akhir pekan seperti hari sabtu atau minggu, kalau pagi kebanyakan orang olahraga, " kata Yunus.
Kedepan, pengembangan potensi desa wisata ini akan terus berkelanjutan. Sehingga mampu memberi nilai manfaat secara ekonomi kepada masyarakat.
Sesuai rencana, pengembangan potensi wisata itu akan diwujudkan berupa wahana air, yakni kolam renang dan water boom tepat di sisi utara lapangan. Selain itu juga akan dibangun sarana dan prasarana gedung olahraga, tepat berada di belakang Pendopo Desa Sareng.
Tentunya, keberadaan Taman Rekso Wilis di RT. 06, RW. 01, Desa Sareng ini diharapkan bisa mendongkrak perekonomian warga setempat dan sekitarnya.
" Harapannya dengan adanya Taman Rekso Wilis ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena, Pemerintah Desa Sareng menyediakan tempat hiburan untuk warga tidak usah jauh - jauh cukup disini saja, " harapnya.
Upaya membangkitkan ekonomi pun juga terus dilakukan. Apalagi, di masa pandemi yang berdampak pada sektor perekonomian masyarakat desa.
Sebagai jujukan wisata, di taman ini juga telah dibangun lokasi Pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada) yang mampu menampung lebih dari lima gerai makan. Disamping lokasi ini juga tersedia fasilitas umum berupa mushola dan toilet umum.
Sedangkan untuk mewadahi para Pedagang Kaki Lima (PKL), di deretan sebelah timur lapangan telah tertata tempat - tempat berjualan UMKM. Sedangkan, di lapangan di khususkan untuk lapak mainan anak - anak.
" Ini sebagai bentuk pengembangan dari sektor ekonominya. Sejak dua bulan terakhir ini sudah ada 26 lapak UMKM yang menempati lokasi di sekitar taman, " jelas Sutarno, Ketua Kelompok Pengelola Taman Rekso Wilis.
Menurutnya, setiap lapak yang tergabung dalam paguyuban Taman Rekso Wilis, sesuai kesepakatan, satu malam dikenai iuran sebesar Rp 2 ribu sebagai uang kas sekaligus sebagai pengganti biaya air dan lampu penerangan.
Sementara untuk pengunjung yang datang tidak dikenakan biaya. Karena, pemerintah desa setempat belum mematok tarif masuk. Hanya saja untuk biaya parkir, pengunjung bisa membayar uang parkir secara sukarela.
" Uang parkir ini nanti juga masuk uang kas, kemudian kita gunakan untuk biaya kebersihan taman, " jelas Sutarno.
Tiyono salah satu pemilik lapak mainan di lokasi taman itu bersyukur dan berterima kasih terhadap Pemerintah Desa Sareng. Karena, dengan adanya desa wisata berupa Taman Rekso Wilis ini bisa membangkitkan perekonomian warga, terlebih di masa pandemi yang berdampak pada seluruh lapisan masyarakat.
" Bersyukur sekali, taman sudah mulai rame pengunjung. Tentunya ini juga berdampak pada para pedagang karena mulai ada pemasukan ekonomi, " ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun, Anang Sulistyono mengatakan, adanya pembangunan pariwisata di pedesaan dinilai dapat mendorong pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.
" Dengan terciptanya desa wisata - desa wisata baru di wilayah Kabupaten Madiun ini diharapkan dapat membangkitkan ekonomi desa, " kata Anang.
Menurutnya, adanya objek wisata ini juga bisa membangun motivasi bagi pengembangan desa dan menjadi penggerak ekonomi tingkat desa melalui desa wisata. Karena, menurutnya desa merupakan aset yang penting dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dengan dikeluarkannya Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang telah memberikan kewenangan lebih besar kepada masyarakat desa untuk membangun wilayahnya.
Tentunya hal ini sesuai dengan visi misi Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami dan Wakil Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, pada poin ketiga yakni meningkatkan pembangunan ekonomi yang mandiri berbasis agrobisnis, agroindustri, dan pariwisata yang berkelanjutan.
" Ini salah satu upaya memenuhi visi misi dan harapan masyarakat Kabupaten Madiun, dan memang dibutuhkan kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak untuk mewujudkan Kabupaten Madiun yang aman, mandiri, sejahtera, dan berakhlak, " pungkasnya. (mpk).